Kyunghee University, South Korea
Assalamualaikum para
dream fighters!
Seiring berjalannya
waktu, aku sering kali ditanya ‘gimana sih caranya menerbitkan buku itu?’ Yaps.
Kali ini aku akan menceritakan secara mudah dan jelas tentang langkah-langkah
supaya karya kamu bisa diterbitkan.
Firstly, kamu kudu punya
karya yaa.. punya tulisan yang menarik lah.. (Nah, ini kadang sering ditanyakan
sama teman-teman nih dan banyak yang bilang ‘aku gak bisa bikin tulisan yang
menarik’). Haduhhhh, jaman sekarang bilang’nggak bisa’? itu kalimat tabu ya
gaes.. jangan suka diucapkan (hehehe). Saran aku sih sebagai penulis muda yang
bukunya baru 4 doang yang diterbitkan, kalian kudu punya something yang kalian passion
banget dibidang itu. Misal, kalau emang kapasitas kalian itu nulis tentang buku
diari, ya bolehlah dimulai dari nulis diari. Siapa tau suatu saat nanti diari kalian
bisa diterbitkan, karena mungkin kehidupan kalian dinilai outstanding dan mengispirasi banyak orang? Who knows? Banyak kok
penulis yang sudah sukses dengan buku diarinya. Misal lagi, kalau kalian memang
suka nulis hal-hal berbau science seperti teknologi, politik, atau hal-hal
berbau akademik, ya monggo silahkan nulis hal itu kalau memang dirasa tidak
sulit. Tapi kalau menurutku sih, dimulai dari nulis hal-hal yang termudah dulu
kali ya.. yang penting itu konsisten gaes! Karena yang kita bahas disini ‘Buku’
yaa bukan sekedar artikel atau essay yang beberapa lembar saja. So, Menulis
buku kayak gini bener-bener akan menguji tingkat ke-istiqomahan-mu dan
konsistensi terhadap apa yang akan ditulis. Then, people nanya ke aku. Kenapa
kok aku nulis buku tentang bahasa? Bukan tentang yang lainnya? Novel mungkin?
Jawabannya ya kayak diatas gaes. Karena hal yang aku suka itu berbau
bahasa-bahasa asing dan itulah kenapa aku passion
banget kalau bahas-bahas masalah bahasa negara orang.
Secondly, setelah kalian
punya karya, yang kalian perlu lakukan selanjutnya adalah cari penerbit.
Saranku cari penerbit nasional yang besar ya gaes. Kalau penerbit yang kecil
kadang suka kurang terpercaya (karena aku sudah pernah mengalaminya tahun 2013
lalu, ya begitulah..). Eh ya kalian punya pilihan loh gaes buat nerbitin buku
kalian. Kalian bisa nerbitin buku lewat self-publishing
atau lewat penerbit-penerbit gede kayak aku. Bedanya apa? Ya bedalah. Kalau
self-publishing itu berarti kalian
nerbitin sendiri, bikin buku sendiri, cetak-cetak sendiri dan jual-jual sendiri
dan royaltinya? Hampir 50% bisa masuk kantong kamu sendiri kawan! Hehehe.
Sedangkan kalau big-publisher itu
penerbit yang sudah terkenal dan gede ya gaes. Kita sebagai penulis hanya
mengirimkan softfile, sisanya serahkan pada publisher. Hehe. mereka lah yang
akan mendesain buku kalian nantinya, mendesain cover dan juga otomatis
pendistribusian ke berbagai Gramedia seluruh Indonesia. Jadi ibaratnya kalian
Cuma modal ide dan otak kalian doang gaes, habis itu kalian tinggal duduk manis
di rumah. Nah, tapiiii... kalian nggak boleh ngeluh dengan royaltinya atau
sistem bagi hasilnya ya Gaes. Kadang kita Cuma dapat 10-20% lah untuk satu
bukunya.. hehe memang sih kelihatannya dikit. Tapi, kita bisa bayangkan berapa
banyak yang akan kita dapatkan berdasarkan buku yang terjual. Hahaha.. jutaan dong dapatnya? Kalau aku
jujur, iyaa..
(ingat gaes, uang jutaan
mengalir masuk ke rekening kita tanpa kita kerja. That’s why , penghasilan dari
buku itu disebut sebagai passive income
(once you write, you will earn money forever) haha. Ya begitulah gaes)
Thirdly, setelah kalian
dapat penerbit yang pas dan menerima jenis karya yang kalian punya. Kalian bisa
cari tahu persyaratan apa yang diajukan oleh penerbit. Misalnya ada beberapa penerbit
yang meminta halaman minimal 120-250 lembar nih. So, kalian harus lihat dulu
karya kalian sudah memenuhi kualifikasi belum? Kalau belum ya ditambahin lah
dikit-dikit sampai sesuai dengan jumlah halaman yang mereka inginkan. Dan
selanjutnya, ada persyaratan tambahan seperti CV dan surat proposal (tergantung
penerbitnya ya Gaes). CV itu tentang biodata singkat kalian gaes dan surat
proposal itu tentang alasan-alasan kalian speutar tentang kenapa penerbit harus
menerima buku kalian, apa yang unik dari buku kalian, dan apa manfaatnya buat
para pembaca. Karena bagaimanapun penerbit juga pengen tahu dong apa karya
kalian tersebut sesuai dengan permintaan marketing
saat ini? Ya nggak?
Nah, kalau aku sendiri
sih memilih penerbit Grasindo Jakarta. Penerbit Grasindo sendiri bisa dibilang
dibawahnya Gramedia langsung. Ya you know
lah Gramedia itu kan pemilik toko buku terbesar di Indonesia. Mereka punya
lebih dari 120 toko di seluruh Indonesia. So, bisa kamu bayangkan kan? Gimana
nanti buku kamu akan tersebar ke seluruh penjuru Indonesia bahkan dunia? Dan
banyak juga yang nanya ke aku ‘Kenapa aku nggak self-publishing aja’. Kalau aku sih lebih baik milih penerbit besar
aja langsung ya Gaes. Aku mikirnya ‘Gimana caranya bukuku bisa bermanfaat dan
sampai ke seluruh daerah di Indonesia?’, kalau aku nerbitin sendiri, aku nggak
yakin bisa sampai dri sabang sampai merauke. Hehehe.
Oke Gaes, setelah kalian
kirim semua dokumen kalian (softfile, CV dan surat proposal), kalian akan
diminta buat menunggu proses seleksi yang lamanya 3-4 bulan. Dan setelah itu,
kalian akan dihubungi pihak penerbit kalau naskah kalian diterima atau tidak.
Dan sangking lamanya waktu 4 bulan
itu, dulu (tahun 2015) aku sampai lupa kalau aku pernah ngirimin naskah ke
Grasindo hehe. Dan karena pada waktu itu juga aku lagi kebetulan ambil preparation IELTS di TEST-English School (salah satu lembaga di
Kampung Inggris Pare), aku jadi tambah bener-bener lupa. Heheh. Aku dihubungin
pihak Gramedia pas aku masih belajar dalam kelas. Tapi perasaan excited banget lah.. Unpredictable banget.. Dan fixed,
seleksi itu hanya berlaku satu kali doang. Sekali naskah kalian diterima,
selanjutnya naskah apapun yang kalian kirimkan akan diterbitkan tanpa seleksi.
(note: yang pasti naskahnya masih dalam genre yang sama yaa..)
Finally, setelah buku
kalian diterima kalian akan dapat surat kontrak dari pihak penerbit. Kalau aku
sendiri dapat perjanjian selama 5 tahun jadi selama 5 tahun itu pula, rejeki
akan terus mengalir. Inshaa Allah. Hehe. Kalau kalian anggap paling sedikit
satu buku dapat menghasilkan 3 Juta, ya bayangin saja kalau kalian punya 10
buku. 30 juta Gaes.. tanpa kerja. Hehehe. Belum juga pahala yang akan terus
mengalir kalau buku kalian nyatanya benar-benar bermanfaat buat para pembaca.
(aku ceritain ini, biar kalian tambah semangat nulisnya)
So, what are you waiting
for? Go on now! Take your pen and paper and get your book started!
See your book in
Gramedia, Gaes!!
Written by :
Farida AL
(Penulis buku; Jago Kuasai 4 Bahasa (Inggris, Mandarin,
Jepang, Korea), Jago Kuasai Bahasa Inggris part 1, Jago Kuasai Bahasa Inggris
(next step), Simple learning steps : Bahasa Inggris dan Jerman)
Ig: @faridaalistighfaroh
FB : Farida
Al-istighfaroh

0 Response to "Bagaimana Cara Menerbitkan Buku"
Post a Comment