Cara Menguasai Bahasa Asing part.2







Seperti janjiku, kali ini saya langsung posting langkah ke 5 dan 6 dalam belajar bahasa asing secara otodidak. Ok, langsung cek poin ke 5 dan ke 6 dibawah ini.


5. Temukan gaya belajar yang sesuai.

Selanjutnya gaya belajar juga sangat penting. Ada orang yang suka membaca+menghafal dan ada orang yang suka belajar dengan gaya belajar auditori atau mendengarkan.

Apapun gaya belajar itu yang penting membuat kalian nyaman dan cepat meningkatkan kemampuan bahasa kalian yaa. Kalau saya sendiri, saya tipe orang penghafal. Hehe.

Entah kenapa kalau membaca bahasa baru sangat cepat sekali menghafal dan memahaminya. Alhamdulilah. Mungkin karena sudah suka dan passion kali yaa.

Ah ya masing-masing skill berbahasa bisa didapatkan juga dari cara-cara belajar berikut.

> Skill listening : keahlian mendengarkan bisa didapat dari mendengarkan juga ya.

Misal mendengarkan lagu bahasa asing tersebut sambil menyimak lirik+artinya. Ini juga bisa meningkatkan kosa kata kamu loh.

> Skill speaking : kemampuan berbicara bisa didapat dari melihat video atau film dengan bahasa tersebut.

Coba kalian catat ekspresi sederhana dari film itu lalu tirukan pelafalan dan intonasi mereka semirip mungkin.
Cara lain yang lebih bagus juga, kalian bisa temukan native speaker atau orang dari negaranya asli. Kalian bisa cari di Facebook, Instagram, atau social media lainnya.

Atau bisa jadi kalau kalian beruntung, kalian bisa menemukan mereka secara langsung di Indonesia. Hehe.

Misal kalian ketemu mereka yang kebetulan lagi traveling ria di Indonesia. Kalau sudah kenalan, keep in touch with them dan terus praktik bahasa asing tersebut dengan mereka.

Cara ini bisa dibilang cara paling ampuh dan express banget karena biasanya kalian akan lebih termotivasi untuk belajar lebih giat lagi ketika kalian sudah benar-benar bisa membuktikan kalau bahasa yang kalian pelajari dengan otodidak selama ini bisa dipahami oleh orangnya asli. Wooww..

> Skill reading+writing : dua skill ini memang berkaitan satu sama lain yaa. Semakin banyak kalian membaca, pasti semakin pandai deh nulisnya.

Cobalah sering-sering belajar tata bahasa dan baca-baca bacaan bahasa tersebut setelah itu coba tulis kembali. OR kalian mungkin bisa menuliskan ide dan perasaan kalian sendiri dengan bahasa tersebut.


Seperti saya yang menulis buku syukur/diary saya setiap hari dengan berbagai macam bahasa asing. Kalau ingin menuliskan hal rahasia tentang orang yang kamu suka misalnya. (Uhuk) Kamu bisa loh pakai bahasa asing yang sekirannya orang lain gak ngerti pas bacanya. Hehehe. (another way to save your secret :D )
So, find your way of learning and improve your skill 

6. Konsisten

Nah poin yang paling penting dan terakhir dari semua tahap diatas adalah ‘Konsisten’ atau ‘Istiqomah’ (weh, nama istri direktur saya ikutan nih, hehehe). Konsisten atau istiqomah ini sangat penting dalam belajar bahasa asing.

Apalagi kalian belajar secara sendiri, jadi cobaan dan godaan yang luar biasa banyak akan lebih banyak yang datang. Rasa malas dan hilang semangat pasti jadi problem utama.
So, karena tidak ada orang yang akan mengingatkan kalian untuk belajar bahasa tersebut, kalian harus punya usaha dan jadwal sendiri yaah. Jadi, pengingatnya ya diri sendiri.

Back to niat!!!

Kalau kalian serius ingin mempelajarinya, saya yakin kalian akan terus belajar secara terus-menerus apapun yang terjadi.

Dan bagaimana saya menjaga bahasa-bahasa asing tersebut agar tetap terjaga dan tidak lupa? Secara saya gak pakai semua bahasa tersebut setiap hari ya kan?

Ok, saya buka rahasia saya disini (ceileh), jadi saya bagi waktu saya. Satu minggu ada 7 hari, jadi setiap harinya akan ada beberapa bahasa yang dipelajari.

Misal : senin-kamis bahasa Eropa.
Jumat-Minggu bahasa negara Asia.

Apa yang saya dipelajari? Saya me-REVIEW

semua catatan yang sudah saya kumpulkan dari jaman saya belajar dulu sampai sekarang (well, saya mencatat semua poin penting dari tiap bahasa), jadi saya menghafal/mereview semuanya (termasuk kosakata+tata bahasanya) di hari hari yang sudah saya tentukan tersebut.

Nah, itulah cara saya belajar bahasa asing selama ini. Hehehe. Sehingga alhamdulilah dari kerja keras tersebut, saya bisa memiliki buku dan kadang menjadi penerjemah juga kalau ada bule atau orang asing datang ke Pare.

Misal jadi penerjemah di kawinan orang Jawa yang nikah sama bule Australia (lihat gambar di postingan part.1),
Bisa berteman dengan cowok Korea yang pernah kursus bahasa Inggris Di Pare, dan jadi penerjemah student dari Jepang pas mereka maen ke Kampung Inggris Pare, dan masih banyak lagi.

Alhamdulilah, insya Allah berkah dan bermanfaat. Hehehe. You can do like me too, kawan!! Semangat!!




Well, cukup sekalian dulu blog saya tentang mempelajari bahasa asing ini yaa. Kalau kalian ada pertanyaan selain yang sudah saya jelaskan diatas, bisa follow Instagram saya dan DM di @faridaalistighfaroh atau add FB saya Farida Al-Istighfaroh. Untuk buku saya kalian bisa capatkan di seluruh Gramedia di Indonesia dengan nama penulis Farida AL. 
Okay, see you. Insya Allah I will post another interesting story next time. 

Wassalamualaikum Wr.Wb

0 Response to " "

Post a Comment